20 Mei 2020

Menjalani Ramadhan di Tengah Pandemi Covid 19

Ramadhan kali ini mungkin berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Munculnya covid 19 menjadikan kegiatan Ramadhan yang biasanya ramai di masjid, menjadi cukup sepi karena adanya anjuran untuk #stayathome. Walaupun masih ditemukan keramaian orang dibeberapa daerah, tapi apa salahnya untuk menjalani ramadhan di rumah saja kecuali jika memang ada keperluan yang mendesak.

“Dari Aisyah RA, ia berkata, ‘Ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW menjawab, ‘Zaman dulu tha’un adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid.’’ (HR Ahmad)⁣

Dari hadist diatas dapat dipahami jika sebaiknya kita mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali jika memang mendesak. Walaupun Ramadhan dilakukan hanya di rumah saja tetapi kita tetap bisa melakukan banyak aktivitas layaknya Ramadhan seperti biasanya, seperti sholat taraweh berjamaah, membaca Al Quran, kajian online, bersedekah, dan juga zakat. Sehingga tidak ada alasan untuk bermalas-malasan walaupun hanya melakukan kegitan untuk mengisi ramadhan di tengan pandemi covid 19 ini.

Lalu bagaimana caranya kita bersedekah dan zakat jika hanya di rumah saja? Banyak lembaga ataupun komunitas yang menyediakannya seperti Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Melalui Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan maka kita dapat melakukan sedekat, donasi, zakat, ataupun berbagi kebaikan tanpa harus keluar rumah. Praktis dan tidak ribet kan? Jadi tak perlu risau dan pusing ya....

“Dari Abdullah bin Amir bin Rabi‘ah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.’ Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadist diatas juga dapat dipahami kenapa sampai ada larangan mudik ke luar kota di Indonesia. Karena di momen ramadhan ini banyak orang yang mudik untuk bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman. Tetapi apakah kita yakin kita sehat dan tidak membawa virus selama di perjalanan nanti? Jika memang ingin bersilaturahmi maka tetap bisa dilakukan walaupun hanya di rumah saja. Entah melalui aplikasi apapun kita tetap bisa bersilaturahmi bahkan layaknya bertatap muka karena di era digital ini kita bisa melakukan panggilan video.

Mungkin dengan adanya pandemi covid 19 di tengah Ramadhan kali ini, membuat kita harus banyak bermuhasabah. Biasanya ramadhan lebih banyak diisi dengan hal-hal duniawi dibandingkan beribadah. Maka dengan di rumah saja maka akan membuat kita fokus beribadah saja. Yang biasanya sibuk bukber sana sini jadi lebih banyak menghabiskan waktu berbuka bersama keluarga. Yang bisanya masih sibuk kerja hingga tak sempat tadarus dan sholat sunnah bahkan sholat tidak tepat waktu jadi bisa meluangkan waktu tadarus dan sholat.

Selain kita bermuhasabah, ramadhan ini juga mengajarkan kita untuk bersabar dan bersyukur. Bersabar jika memang tak bisa mudik dan bertemu keluarga, tapi bersyukurlah masih diberi nikmat sehat oleh Allah. Sehingga ramadhan ini masih bisa menghabiskan waktu untuk beribadah. Semoga dengan menjalani Ramadhan di tengah pandemi covid 19 ini, menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi dan meraih kemenangan di akhir ramadhan nanti.


"Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Competition "Ceritaku Dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Ramadhan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar