15 Juni 2020

Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bahagia

Katanya orang bahagia jika punya uang. Nyatanya nggak semua orang yang punya banyak uang itu bahagia. 

Obrolan ini berawal dari chatku dengan temanku tentang liburan di daerah pedesaan tapi dengan fasilitas yang mewah dan super lengkap. Katanya sebagai hasil dari kerjanya selama ini di kota. Mungkin itu alasan orang jabodetabek jika liburan memilih ke puncak. Menghilang dari kepenatan kota yang katanya kejam. Ada uang di kota tapi tidak begitu bahagia, akhirnya mencari kebahagiaan di daerah yang sepi. Tapi ketika semua orang berpikir begitu, menjadikan kemacetan jalan menuju puncak yang tentu menimbulkan bosan di jalan.

Sejujurnya kadang sedih aja, banyak orang yang mengejar dunia tapi lupa bahagia. Mengumpulkan banyak uang tapi tertekan, tidak menikmati prosesnya. Walaupun aku tau setiap orang punya pilihan masing-masing. Tapi seiring bertambah usia dan banyak mendapatkan pengalaman selama hampir 25 tahun ini, arti bahagia terkadang dibuat begitu rumit oleh orang dewasa. Apalagi jika bahagia hanya mengejar dunia yang tidak ada ujungnya.

Jika bahagia diukur dari duniawi saja, perasaan yang hadir hanya sementara bahkan kadang aku pertanyakan, "sebenarnya aku benar-benar senang atau enggak si?". Karena perasaan yang hadir itu benar-benar sesaat dan mudah hilang begitu saja.

Bahagia dengan urusan duniawi tanpa bersyukur kepada Allah, rasanya itu membuat kita memiliki standar bahagia yang meningkat setiap harinya. Nikmat yang Allah berikan walaupun kecil kadang kita lupakan, lalu membandingkan dengan nikmat duniawi orang lain. Bisa makan sederhana tapi maunya makan mewah seperti orang lain, ketika bisa makan mewah ternyata ya bahagianya gitu aja. Kan sama-sama kenyang dan kadang makan mewah nggak sesuai dengan lidah. Lupa jika ada orang lain yang kadang makan sebungkus nasi kucing aja tak mampu hingga hanya mengganjal perutnya dengan air.

Mengejar dunia memang tak salah, tapi jangan lupa bahagia dan imbangi dengan akhirat. Agar tak melulu kebahagian diukur dengan hal-hal dunia, sekedar bisa beribadah dengan tenang tanpa merasa dikejar-kejar urusan dunia itu juga bisa jadi alasan untuk bahagia. Merasakan nikmatnya ketenangan batin yang bisa diperoleh dengan beribadah. Dan bersyukur atas nikmat-nikmat lain yang Allah berikan agar bisa merasa bahagia. Jika memang memiliki rezeki lebih tak ada salahnya berbagi kebahagiaan dengan orang lain agar bahagia bisa dirasakan banyak orang.

17 komentar:

  1. Waaah baca tulisan ini bikin aku angguk-angguk kepala mbaak <3 makasih sudah sharing yaaaa

    BalasHapus
  2. Setuju, ngejar dunia tapi lupa bahagia. Semoga kita terhindar dari itu, karena bahagia sejatinya dari diri masing2 dan dengan standar masing. Jazakillah remindernya mba.

    BalasHapus
  3. Indeed mba kuuw.. jazakillah khair udah sharing

    BalasHapus
  4. Bener mbaa, reminder untuk kita, kalau nurutin nafsu ngejar kebahagiaan duniawai itu capek sendiri ngga ada habisnya. Harus bisa mensyukuri hal-hal kecil.

    BalasHapus
  5. Stay happy always 💐
    Tulisannya mengingatkan utk selalu bahagia, ya Allah terharuu pas bgt gt yah

    BalasHapus
  6. Masyaallah makasih remaindernya mba. Bahagia itu memang kita yang ciptakan ya. Sebisa mungkin bersyukur atas hal kecil yang kita terima.

    BalasHapus
  7. emang segala sesuatu yg berlebihan itu gak baik ya mbak, termasuk berlebihan mengejar dunia sampai lupa sama akhirat :"

    BalasHapus
  8. Masya Allah
    bila tujuannya dunia, standar untuk bahagia akan terus meroket.
    makasih udah berbagi Mbaa

    BalasHapus
  9. Jangan lupa bahagia 😉. Makasih Mba 😊

    BalasHapus
  10. Bener banget mba, kalau kita kejar bahagia terus, malahan gak menikmati kehidupan itu sendiri.. barakallah. jazakillah khair

    BalasHapus
  11. Hmmm....bahagia ituuuu...kita sendiri yg rasakan,maka mari ciptakan bahagia
    Ehh gt ga sih aturan mainnya 😊

    BalasHapus
  12. Terimakasih atas sharingnya mbaa, aku setuju dengan pernyataan mengejar dunia terus menerus terkadang melupa bahagia :(.

    BalasHapus
  13. Setuju mba, terlalu sibuk mengejar dunia biasanya nantinya juga tidak menikmati hasilnya krna sdah terlalu kelelahan baik fisik maupun batinnya

    BalasHapus
  14. yaa Allah..... kudu banyakin syukurnya ya mbak.... makasih remindernya

    BalasHapus
  15. Sependapat... kadang suka lupa banyak bersyukur...

    BalasHapus
  16. Banyak orang yang tidak bahagia walaupun uangnya banyak, mungkin karena menjadikan uang sebagai tujuan. Padahal, uang hanyalah alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

    Uang penting, tapi ketika uang yang menjadi tujuan akhir, di situlah kebahagiaan berakhir.

    BalasHapus
  17. bener mbak, mengejar dunia ga ada habisnya, malah terasa lelah, hehe.. jangan lupa bahagia setiap saat ^^

    BalasHapus